-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Argopuro Scooter Holiday 2026, Bupati Probolinggo Dorong Wisata dan UMKM Lereng Argopuro

Sabtu, 19 September 2026 | September 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-19T10:26:40Z
KRUCIL, PortalProbolinggo.com - Deru mesin Vespa mewarnai kawasan dataran tinggi Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, dalam gelaran Argopuro Scooter Holiday (ASH) 2026, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas skuter, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi wisata dan produk UMKM lokal.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris turut mengikuti rangkaian kegiatan bersama sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan peserta lainnya.
Rangkaian perjalanan dimulai dari kediaman Bupati Probolinggo di Genggong. Rombongan kemudian bergerak menuju Rest Area Betek, Kecamatan Krucil.
Setibanya di Rest Area Betek, rombongan beristirahat sekaligus menikmati hidangan yang telah disiapkan dan panorama kawasan dataran tinggi Krucil. Sejumlah peserta lainnya kemudian bergabung sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi utama ASH 2026 di Bermi Eco Park.
Setelah tiba dan turun dari Vespa, Mohammad Haris disambut pembawa acara sebelum diajak berkeliling kawasan kegiatan. Haris mendatangi sejumlah stan UMKM yang berada di lokasi untuk melihat produk-produk yang dibawa pelaku usaha.
Salah satu stan yang dikunjungi adalah Bar Kopi Linggo, yang menawarkan kopi asal Kabupaten Probolinggo, terutama kopi yang berasal dari kawasan lereng Gunung Argopuro.
Pemilik Bar Kopi Linggo, Ade, mengatakan biji kopi yang dibawa dalam kegiatan tersebut berasal dari hasil pertanian masyarakat di kawasan Gunung Argopuro.
Menurut Ade, biji kopi tersebut kemudian diproses melalui tahap roasting oleh FEA, salah satu pelaku roastery di Kabupaten Probolinggo.
“Kopi yang kami bawa merupakan hasil dari petani Gunung Argopuro. Setelah itu di-roasting langsung oleh FEA,” kata Ade.
Dalam kesempatan tersebut, Bar Kopi Linggo juga memperkenalkan produk kopi dalam kemasan kaleng dengan sejumlah varian rasa.
Kunjungan Bupati tidak berhenti di stan produk kuliner. Haris juga berkeliling mendatangi UMKM lainnya, termasuk stan yang menawarkan berbagai perlengkapan dan kebutuhan bagi pengguna Vespa.
Event Komunitas Jadi Pintu Promosi Wisata
Mohammad Haris mengatakan kehadiran kegiatan yang mendatangkan komunitas dari berbagai daerah sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperluas pengenalan terhadap potensi wisata daerah.
“Memang sesuai dengan rencana dan program kita. Kita berharap ada banyak sekali event di sini. Salah satunya kegiatan yang melibatkan anak-anak muda, terutama bagaimana teman-teman dari luar kota bisa datang dan mengenal lebih jauh tentang Probolinggo,” kata Haris.
Menurut dia, komunitas Vespa memiliki hubungan antaranggotanya yang kuat dan jaringan yang tersebar di berbagai daerah.
“Komunitas Vespa ini dikenal sangat solid dan silaturahminya luar biasa. Terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang sudah memfasilitasi. Semoga ini menjadi peluang yang sangat baik agar masyarakat luas semakin mengenal Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Haris menyebut Probolinggo memiliki beragam potensi wisata, mulai kawasan pegunungan hingga pesisir.
“Kita punya danau-danau, Argopuro, Lemongan, Bromo, pantai-pantai dan lain sebagainya. Ini salah satu saja. Semoga kegiatan seperti ini terus istiqamah ke depan,” katanya.
Ia juga menyinggung rencana pengembangan dan pengenalan wisata pesisir melalui Seven Beaches, yang menurutnya memiliki agenda tersendiri.
Harapkan Dampak Ekonomi bagi Warga
Selain mengenalkan pariwisata, Haris berharap kedatangan peserta kegiatan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi.
“Intinya setiap program seperti ini bagaimana masyarakat tetap bisa hidup, bisa makan, bisa berjualan. Dengan banyaknya orang datang, warung-warung juga akan hidup dan perputaran ekonomi berjalan,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi para skuteris yang menempuh perjalanan dari berbagai daerah untuk mengikuti ASH 2026.
“Apresiasi yang sangat luar biasa dari kami atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo kepada teman-teman yang sudah jauh-jauh datang ke sini. Saya dengar ada juga yang datang dari Makassar,” katanya.
Haris berharap para peserta mendapatkan kesan positif selama berada di Kabupaten Probolinggo dan memiliki keinginan untuk kembali berkunjung.
“Jangan pernah kapok datang ke Kabupaten Probolinggo. Kita punya banyak sekali potensi. Ada rafting dan banyak hal lainnya. Semoga nanti teman-teman bisa mencoba semuanya,” ujarnya.
Panitia Perkirakan 2.500 Peserta dan Pengunjung
Ketua Panitia ASH 2026, Rian Novia Sandi, mengatakan penyelenggaraan kegiatan di kawasan Argopuro sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman berbeda dari sejumlah kegiatan Vespa lainnya.
“Yang membedakan pertama adalah tempatnya. Kami memang mencari lokasi yang sangat indah. Di sini kita disuguhi pemandangan yang sangat bagus, salah satunya kawasan Argopuro,” ujar Rian.
Menurutnya, banyak kegiatan komunitas skuter digelar di kawasan dataran rendah. ASH 2026 mencoba membawa para peserta menikmati karakter jalur dataran tinggi.
“Biasanya kalau event lain berada di dataran rendah, kami memilih dataran tinggi. Itu salah satu yang membedakan,” katanya.
Panitia sekaligus menggandeng pelaku UMKM lokal maupun dari luar wilayah.
“Kami menggandeng teman-teman UMKM lokal maupun daerah lain. Harapannya bisa memperkenalkan wisata yang ada di sini dan budaya, khususnya di Bumi Rengganis,” jelasnya.
Rian menyebut jalur menuju lokasi juga memberikan tantangan bagi para peserta karena kondisi medan pegunungan yang memiliki banyak tanjakan dan turunan.
“Tantangannya cukup luar biasa. Pertama cuaca, kedua medan yang harus kita lalui. Ada tanjakan dan turunan. Karena itu kami berharap semua peserta menjaga kondisi kendaraan, terutama pengereman, sehingga bisa kembali dengan aman,” katanya.
Berdasarkan pemantauan dan respons komunitas melalui media sosial, panitia memperkirakan jumlah peserta dan pengunjung ASH 2026 dapat mencapai sekitar 2.500 orang. Angka tersebut masih merupakan estimasi panitia, bukan jumlah akhir peserta yang telah diverifikasi.
Panitia juga menyediakan informasi mengenai destinasi wisata agar skuteris yang datang tidak hanya mengikuti acara utama, tetapi dapat memperpanjang kunjungannya di Kabupaten Probolinggo.
“Kita ada informasi wisata. Harapannya teman-teman tidak hanya satu hari menginap di sini, tetapi bisa bermalam lagi dan menikmati alam yang ada,” ujar Rian.
Ia berharap ASH bisa diselenggarakan secara berkelanjutan.
“Harapan kami event ini terus berlanjut. Insyaallah setiap tahun kita adakan dengan melihat antusiasme teman-teman skuteris Indonesia,” katanya.
Semangat persaudaraan antarskuteris, lanjut Rian, tetap menjadi salah satu identitas kegiatan tersebut.
“Jargonnya untuk Vespa tetap, satu Vespa, sejuta saudara. ASH 2026, Bumi Rengganis tetap merekah,” ujarnya.
Santunan hingga Penanaman Pohon
Selain rangkaian wisata dan kegiatan komunitas, agenda ASH 2026 turut diisi kegiatan sosial dan lingkungan.
Mohammad Haris bersama jajaran Forkopimda menyerahkan santunan kepada anak yatim dan sejumlah penerima manfaat. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai bagian dari kegiatan di kawasan tersebut.
Setelah seluruh rangkaian itu, Bupati Probolinggo bersama rombongan melanjutkan agenda dengan makan siang di Villa Vrindavan.
Perpaduan kegiatan komunitas, wisata, UMKM, sosial, dan lingkungan tersebut menjadi bagian dari konsep ASH 2026 untuk membawa aktivitas komunitas skuter lebih dekat dengan potensi kawasan Argopuro dan masyarakat setempat.(ma/ko) 
×
Berita Terbaru Update