-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Disperpusip Jatim Data Naskah Kuno Pesantren Probolinggo

Sabtu, 19 September 2026 | September 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-19T13:29:46Z
PROBOLINGGO, PortalProbolinggo.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur melakukan pendataan naskah kuno di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimien, Jalan Mastrip Nomor 118, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendata, merawat, dan melestarikan naskah kuno yang tersimpan di sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Pendataan meliputi keberadaan, kepemilikan, kondisi fisik, serta kebutuhan preservasi setiap naskah.
Berdasarkan surat tugas Disperpusip Jawa Timur, tim yang ditugaskan terdiri atas Penelaah Teknis Kebijakan Lulus Swandayani, S.E.; Fasilitator Pemerintah Saifuddin Alfa Firdaus, S.E.; Pustakawan Terampil Nindita Islahnia Rucitra; serta Penata Layanan Operasional Aci Nur Aisyah.
Penelaah Teknis Kebijakan Disperpusip Jawa Timur, Lulus Swandayani, mengatakan program pendataan naskah kuno tersebut telah berjalan sejak 2021. Menurut dia, sekitar 30 pondok pesantren di Jawa Timur telah menjadi sasaran kegiatan.
“Tujuan kegiatan kali ini adalah mendata kepemilikan naskah kuno yang berada di pondok pesantren di seluruh Jawa Timur. Salah satunya Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimien di Wonoasih, Kota Probolinggo,” kata Lulus.
Lulus menyebut sekitar Ratusan naskah kuno telah ditemukan dalam rangkaian kegiatan tersebut dan mendapatkan penanganan preservasi. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kondisi fisik sekaligus memperpanjang usia naskah agar kandungan pengetahuan di dalamnya tetap dapat dipelajari.
“Untuk saat ini, dari seluruh Jawa Timur terdapat sekitar 30 pesantren yang telah kami kunjungi. Naskah kuno yang sudah kami dapatkan juga sekitar 200 dan telah kami preservasi,” ujarnya.
Sementara itu, Fasilitator Pemerintah Disperpusip Jawa Timur, Saifuddin Alfa Firdaus, mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan dengan pengelola pesantren. Kerja sama diperlukan agar naskah-naskah lama yang belum terawat dapat memperoleh penanganan yang tepat.
“Ke depan, kami berharap bisa saling berkolaborasi dan bersinergi. Naskah-naskah kuno yang belum terawat dapat kami bantu perawatannya agar tetap bisa dilihat dan dipelajari oleh anak cucu kita,” katanya.
Menurut Saifuddin, naskah kuno bukan sekadar benda lama, melainkan bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Naskah itu merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Hal tersebut menjadi latar belakang kegiatan ini,” imbuhnya.
Kedatangan tim Disperpusip Jawa Timur disambut oleh perwakilan pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimien, Ustadz Rohim, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan pendataan sekaligus memaparkan profil dan perjalanan pesantren dalam sambutannya.
Melalui pendataan dan preservasi secara berkelanjutan, naskah-naskah kuno yang tersimpan di lingkungan pesantren diharapkan terlindungi dari kerusakan maupun kehilangan serta tetap menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.(*)
×
Berita Terbaru Update