PROBOLINGGO, Portal Probolinggo - Komunitas relawan LBP menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Dinas Wakil Bupati Probolinggo, Kota Probolinggo, Rabu (9/9/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri para koordinator relawan LBP dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
Ketua Umum LBP, Ra Fahmi AHZ, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu agenda rutin komunitas tersebut untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Fahmi, kegiatan serupa telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut.
“Ini memang kegiatan rutin setiap tahun. Ini sudah tahun kedua kita melaksanakan. Tentu ini dalam rangka untuk terus memperkuat dan memperkokoh silaturahmi kita, serta menjaga semangat untuk tetap bisa berkhidmat bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” kata Fahmi seusai kegiatan.
Ia menjelaskan, aktivitas LBP tidak hanya berupa kegiatan keagamaan. Sejumlah program sosial dan lingkungan juga telah dijalankan para relawan di berbagai wilayah.
Di antaranya kegiatan membersihkan masjid dan makam, serta program LBP Peduli yang memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Fahmi menyebut, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut sejauh ini telah dilaksanakan sebanyak lima kali.
“Selain kegiatan bersih-bersih masjid dan makam, hari ini juga ada LBP Peduli yang sudah lima kali melaksanakan kegiatan pemeriksaan gratis,” ujarnya.
Selain bidang sosial dan kesehatan, LBP juga mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui komunitas Jenggala, yang disebut sebagai jejaring jaga alam.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan limbah agar memiliki nilai guna.
“Konsepnya mengedukasi tentang kesadaran lingkungan. Selain itu, bagaimana kemudian limbah-limbah itu juga bisa dikelola dengan lebih baik dan menghasilkan nilai ekonomis,” kata Fahmi.
Ia berharap berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga kekompakan relawan sekaligus memperluas manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Saya berharap dengan kegiatan ini teman-teman tetap satu barisan, satu tujuan, bagaimana bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.
Selain peringatan Maulid Nabi, Fahmi mengatakan LBP juga memiliki agenda rutin pada momentum Ramadan. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi sarana komunikasi antarkoordinator agar hubungan antarrelawan tetap terjaga.
“Biasanya selain Maulid juga ada kegiatan Ramadan. Setahun dua kali. Ini untuk menjaga komunikasi, menjaga silaturahmi agar tetap kuat dan kokoh,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan program baru ke depan, termasuk menjelang 2029, Fahmi mengatakan sejumlah gagasan telah disiapkan. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci bentuk program tersebut.
“Kalau gebrakan-gebrakan baru memang sudah ada rancangan-rancangan bagaimana kita bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Tapi apa bentuk dan wujud kegiatannya, tunggu tanggal mainnya,” katanya.
Mengenai jumlah anggota, Fahmi mengaku belum memiliki angka pasti. Namun, jaringan koordinator LBP disebut sudah terbentuk di seluruh 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
“Pastinya saya tidak tahu persis jumlahnya. Cuma sampai hari ini dari 24 kecamatan itu sudah ada koordinator kecamatannya. Kalau di tingkat desa memang belum sampai ke seluruh desa yang ada di Kabupaten Probolinggo, tetapi kalau kecamatan sudah ada,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi salah satu momentum konsolidasi silaturahmi LBP sekaligus evaluasi kegiatan sosial yang selama ini dijalankan. Fahmi menegaskan orientasi kegiatan komunitasnya ke depan tetap diarahkan pada program yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo.