Probolinggo. - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo mengambil langkah tegas dengan membongkar sendiri fasilitas wall climbing mereka di area belakang GOR A Yani. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerusakan peralatan jika pembongkaran dilakukan oleh pihak lain. Sejak 5 Mei 2025, proses pembongkaran dilakukan bertahap, dimulai dari barang-barang kecil hingga papan panjat utama.
Ketua FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosyidi, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena mereka khawatir fasilitas yang sudah bertahun-tahun digunakan itu akan rusak jika tidak dibongkar dengan hati-hati. Pasalnya, FPTI telah menggunakan area tersebut sejak 2009 dan telah banyak mencetak atlet berprestasi dari sana.
Meski berharap tidak dipindahkan, FPTI kini harus bersiap untuk berlatih di tempat lain. Sementara ini, dua papan panjat utama akan tetap berada di lokasi, sedangkan peralatan lainnya disimpan di rumah Iwan di Kademangan.
Rencana relokasi fasilitas wall climbing ini merupakan bagian dari penataan ulang kawasan GOR A Yani oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Namun, relokasi ke GOR Mastrip dinilai kurang tepat oleh FPTI karena kondisi tanahnya yang tidak memadai untuk pemasangan papan panjat baru. Selain itu, area tersebut juga telah padat dengan aktivitas olahraga lain seperti wushu dan road race.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Rachmadeta Antariksa, mengaku belum mengetahui adanya pembongkaran tersebut. Ia menyatakan belum mendapatkan informasi resmi terkait langkah yang diambil oleh FPTI Kota Probolinggo itu.
Dengan adanya situasi ini, diharapkan ada dialog lebih lanjut antara FPTI dan pemerintah daerah untuk menemukan solusi terbaik bagi kelanjutan pembinaan atlet panjat tebing di Kota Probolinggo.
Pewarta : Andy | Editor : Riaf