KRAKSAAN - Upaya mentransformasikan permainan domino menjadi olahraga kompetitif terus digencarkan. Pengurus Cabang Organisasi Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Probolinggo menggelar seleksi atlet bertema “ORADO Memintarkan Indonesia”, sebagai langkah strategis menjaring talenta lokal sekaligus mengangkat derajat domino ke level olahraga prestasi.
Kegiatan ini Dilaksanakan Di alino cafe(Rabu 1/04/2026). yang diikuti oleh 24 atlet ini berlangsung dengan antusias tinggi. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap domino yang kini mulai diarahkan secara lebih sistematis, terstruktur, dan kompetitif.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan ORADO Jawa Timur, Khalid, serta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan. Kehadiran keduanya tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memperkuat legitimasi pengembangan domino sebagai cabang olahraga yang potensial di tingkat daerah.
Khalid menegaskan bahwa domino memiliki nilai strategis dalam pengembangan kecerdasan kognitif dan kemampuan berpikir taktis. Menurutnya, domino bukan sekadar permainan rekreatif, melainkan olahraga berbasis strategi yang menuntut konsentrasi, analisis, serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
“Domino adalah olahraga yang memintarkan. Kami sangat mengapresiasi tingginya partisipasi atlet dalam seleksi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ORADO Kabupaten Probolinggo, Muchlis, menyoroti kedekatan domino dengan kehidupan masyarakat akar rumput. Ia menyebut bahwa permainan ini telah lama menjadi bagian dari kultur sosial masyarakat, namun kini saatnya ditingkatkan menjadi cabang olahraga yang memiliki nilai prestasi dan daya saing.
“ORADO adalah permainan yang tumbuh dari masyarakat. Harapan kami, domino bisa naik kelas dari sekadar permainan di ruang santai menjadi olahraga yang diakui dan berprestasi,” kata Muchlis.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa proses seleksi ini merupakan fondasi awal dalam membangun ekosistem pembinaan atlet domino yang berkelanjutan. Dengan sistem seleksi yang lebih profesional, ORADO diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang siap berkompetisi di tingkat regional hingga nasional.
Transformasi domino menjadi olahraga prestasi juga sejalan dengan tren global yang mulai mengakui permainan berbasis strategi sebagai cabang kompetitif, serupa dengan catur dan e-sports. Dalam konteks ini, ORADO Probolinggo berupaya mengambil peran sebagai pionir dalam mengembangkan domino secara lebih serius dan terorganisir.
Seleksi atlet ini tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat, tetapi juga simbol perubahan paradigma bahwa permainan tradisional dapat bertransformasi menjadi olahraga modern yang edukatif, kompetitif, dan bernilai ekonomi.
Dengan semangat “ORADO Memintarkan Indonesia”, langkah ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan domino sebagai olahraga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerdaskan dan membanggakan di kancah nasional.(IN)