
portalprobolinggo.com - Proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo kembali disorot setelah sebuah papan informasi proyek ambruk dan menimpa pengguna jalan. Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami luka, sekaligus memicu kekhawatiran publik terkait lemahnya pengawasan keselamatan di area proyek yang berada di pusat keramaian kota.
(2025/11/29)
Papan proyek yang berdiri di tepi jalan itu disebut roboh akibat terpaan angin. Namun, warga menilai kondisi penopang yang tidak kokoh serta minimnya pengamanan di sekitar pekerjaan konstruksi turut berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.
Ketua DPW LSM Harimau, Arif Billah, mengkritisi keras pelaksanaan proyek yang dinilai penuh masalah, mulai dari teknis pemasangan, penopangan kayu, hingga keselamatan pekerja dan masyarakat.
“Kami melihat dan menganalisis bahwa proyek ini banyak sekali persoalan. Mulai dari proses pengerjaan, penopangan kayu, sampai aspek keselamatan kerja yang tampaknya tidak benar-benar diperhatikan,” ujar Arif Billah.
“Kami meminta pihak pelaksana untuk mengevaluasi secara menyeluruh,baik dari sisi teknis pekerjaan maupun kepedulian terhadap keselamatan. Standarnya sudah ada, tinggal dijalankan dengan benar,” tambahnya.
Arif Billah juga menyoroti dugaan penebangan kayu berlebih yang dinilai melampaui batas, serta menegaskan bahwa kualitas pekerjaan harus sejalan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Ia menilai koordinasi antara pelaksana, pengawas, dan perencana harus berjalan seirama untuk memastikan hasil pekerjaan mendekati sempurna. Selain itu, ia meminta Pemkot termasuk instansi teknis seperti PUPR lebih intens melakukan pengawasan lapangan agar potensi kelalaian tidak terulang.
Masyarakat kini berharap pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proyek tersebut guna mencegah insiden serupa terjadi lagi.