
Probolinggo- Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Rabu (21/1/2026) sore hingga malam hari, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir genangan, angin puting beliung, hingga kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Probolinggo, hujan terjadi sejak pukul 15.40 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Dampak bencana mulai dirasakan warga sejak pukul 18.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.
Banjir genangan dilaporkan melanda sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Besuk yang mencakup Desa Alas Kandang, Desa Matekan, dan wilayah Alas Tengah. Di Kecamatan Krejengan, banjir menggenangi Desa Opo-opo, sementara di Kecamatan Gading genangan air terjadi di Desa Wangkal.
Di Kecamatan Pajarakan, banjir merendam Dusun Kauman Desa Sukomulyo serta Desa Sukokerto. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Maron, Kecamatan Maron; Desa Jatiadi, Kecamatan Gending; serta di wilayah Kecamatan Kraksaan yang meliputi Kelurahan Sidomukti RT 03 RW 04, Kelurahan Kraksaan Wetan, dan Desa Rangkang.
Selain banjir, bencana lain turut dilaporkan. Di Kecamatan Pakuniran, tepatnya di Desa Glagah, hujan deras menyebabkan tembok penahan tanah jebol. Sementara di Kecamatan Kotaanyar, jembatan di Dusun Poreng, Desa Sidomulyo, dilaporkan putus akibat terjangan air.
Cuaca ekstrem juga memicu terjadinya angin puting beliung di Kecamatan Paiton. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Kampung Baru RT 18 RW 08 dan Dusun Kota RT 14 RW 06, Desa Sukodadi. Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan dampak dan kerusakan di lokasi terdampak.
BPBD Kabupaten Probolinggo menyatakan bahwa data terkait kerusakan, kerugian material, serta jumlah warga terdampak masih dalam proses asesmen oleh petugas di lapangan. Untuk penanganan awal, Pusdalops PB BPBD telah berkoordinasi dengan relawan setempat serta menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah titik bencana.
“Tim TRC telah turun ke lapangan untuk melakukan asesmen, pemantauan situasi, dan koordinasi penanganan darurat. Informasi lanjutan akan kami sampaikan sesuai perkembangan di lapangan,” demikian keterangan resmi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Probolinggo.
BPBD mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Probolinggo masih berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai angin kencang dalam beberapa waktu ke depan.