-->

Notification

×

Upgrading Kader MDS Rijalul Ansor Jatim di Pesantren Nurul Jadid, Perkuat Militansi Dakwah Dzikir dan Shalawat

Sabtu, 31 Januari 2026 | Januari 31, 2026 WIB | Last Updated 2026-01-31T15:30:29Z

PAITON-Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur menggelar kegiatan Upgrading Kaderisasi di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kualitas kader MDS sebagai penggerak dakwah dzikir dan shalawat yang berakar pada nilai keislaman moderat dan kebangsaan.

Upgrading kaderisasi tersebut diikuti oleh perwakilan kader MDS Rijalul Ansor dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Program ini dirancang untuk memperdalam pemahaman ideologis, memperkuat militansi organisasi, serta meningkatkan kapasitas kader dalam mengelola dan mengembangkan gerakan MDS di tingkat pimpinan wilayah hingga akar rumput.

Ketua PW MDS Rijalul Ansor GP Ansor Jawa Timur, KH Ahmad Kafabihi Mahrus, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruh utama keberlangsungan organisasi. Menurutnya, MDS Rijalul Ansor memiliki peran strategis sebagai penopang spiritualitas kader GP Ansor di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.“Kaderisasi adalah jantung organisasi. Melalui MDS, kader Ansor tidak hanya dikuatkan secara struktural, tetapi juga secara ruhiyah. Dzikir dan shalawat menjadi sumber energi dakwah yang menyejukkan dan mempersatukan,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Kafa tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus PW MDS Rijalul Ansor Jawa Timur, pengurus PC GP Ansor Kraksaan, serta unsur Nahdlatul Ulama setempat. Kehadiran lintas struktur tersebut mencerminkan sinergi organisasi dalam memperkuat kaderisasi dan dakwah kultural khas NU.

Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Abd Rahman, selaku tuan rumah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PW MDS Rijalul Ansor Jawa Timur yang memilih Kraksaan sebagai lokasi pelaksanaan upgrading

“Kegiatan ini sangat strategis untuk mendongkrak kualitas kader, baik kader MDS maupun GP Ansor. Kami berharap hasil upgrading ini dapat berdampak langsung pada penguatan dakwah dan pelayanan umat di tingkat akar rumput,” ujarnya .

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh. Zuhri Zaini, memberikan tausiyah yang menekankan pentingnya merawat ukhuwah sebagai fondasi utama menjaga keharmonisan bangsa, khususnya di tengah tantangan era digital yang sarat dengan arus informasi dan potensi konflik sosial.

Menurut Kiai Zuhri, Islam mengajarkan konsep persaudaraan yang bersifat luas dan inklusif. Ia menegaskan bahwa terdapat tiga pilar ukhuwah yang harus dijaga secara seimbang, yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan).

“Islam tidak pernah memandang perbedaan sebagai penghalang untuk bersaudara. Siapa pun adalah saudara kita. Ukhuwah ini diharapkan tidak hanya terjaga di dunia, tetapi juga berlanjut hingga akhirat,” tutur Kiai Zuhri di hadapan para peserta.

Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya empati sosial di ruang digital kerap melahirkan apa yang ia sebut sebagai “musibah sosial”, yakni kondisi ketika masyarakat lebih sibuk menghakimi daripada menunjukkan kepedulian terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah. Fenomena tersebut, menurutnya, harus disikapi dengan kebijaksanaan dan kedewasaan berpikir.

Lebih lanjut, Kiai Zuhri mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW dalam menyelesaikan persoalan sosial, termasuk ketika menghadapi seorang badui yang kencing di dalam masjid. Rasulullah memilih pendekatan edukatif dan penuh kelembutan, bukan kemarahan.

“Masalah harus diselesaikan dengan cara yang baik dan tidak menimbulkan persoalan baru. Merawat ukhuwah dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, lalu meluas ke masyarakat dan bangsa,” tegasnya.

Kegiatan upgrading kaderisasi ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan GP Ansor Jawa Timur dalam memperkuat kualitas kader, sekaligus meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan sebagai pijakan gerakan dakwah di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.(IN)


×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->