
Probolinggo – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo tengah menggelar rapat penjaringan calon Ketua PAC secara serentak di seluruh kecamatan. Agenda ini merupakan bagian dari konsolidasi dan penguatan struktur partai dalam rangka memastikan kaderisasi berjalan demokratis, terbuka, dan sesuai mekanisme organisasi.Namun di tengah dinamika internal tersebut, PDI Perjuangan tetap menunjukkan komitmennya sebagai partai yang hadir untuk rakyat.
Musibah longsor yang merusak dapur warga di Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, serta angin puting beliung yang mengakibatkan sembilan rumah terdampak di Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, langsung direspons cepat oleh jajaran partai. Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil II (Paiton - Kotaanyar - Pakuniran), Fikri Syafi’i, bersama Pengurus PAC dan Ranting turun langsung ke lokasi untuk menemui korban dan memastikan kebutuhan mendesak warga terpenuhi.
Kehadiran tersebut bukan sekadar simbolik. Selain menyerahkan bantuan awal, dilakukan pula pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait agar penanganan lanjutan dapat segera dilakukan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Khairul Anam (Cak Anam), menegaskan bahwa konsolidasi partai tidak boleh menjauhkan kader dari denyut nadi rakyat.
“Penjaringan Ketua PAC adalah bagian dari penguatan organisasi. Tapi di atas itu semua, PDI Perjuangan lahir dan besar dari rakyat kecil. Ketika warga tertimpa musibah, kader tidak boleh menunggu instruksi panjang. Harus langsung hadir,” tegas Cak Anam.
Menurutnya, politik tidak boleh hanya berhenti pada rapat-rapat dan agenda struktural. Politik harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kepekaan sosial dan lingkungan harus tetap dilakukan sebagai amanat partai.
“Ini bukti bahwa PDI Perjuangan tetap konsisten sebagai partai wong cilik. Struktur berjalan, kaderisasi berjalan, tetapi kepedulian sosial tidak pernah berhenti,” tambahnya.
Solidaritas masyarakat dan kader partai terlihat dalam proses pembersihan material longsor dan perbaikan sementara rumah warga terdampak angin kencang. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan.
Melalui langkah konkret di lapangan dan konsolidasi organisasi yang simultan, PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo menunjukkan bahwa kerja politik dan kerja kemanusiaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan keduanya berpijak pada komitmen untuk terus membersamai dan memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.