-->

Notification

×

Longsor Putus Jalur Segaran–Tiris, Akses Roda Empat Ditutup Total

Selasa, 24 Februari 2026 | Februari 24, 2026 WIB | Last Updated 2026-02-24T08:55:57Z

TIRIS - Ruas jalan penghubung Desa Segaran menuju Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, terputus akibat longsor yang terjadi pada Senin (23/2/2026). Material tanah ambrol sepanjang kurang lebih 20 hingga 30 meter dan menggerus badan jalan yang menjadi akses utama masyarakat dari Condong ke Tiris.

Jalur tersebut selama ini digunakan setiap hari oleh warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan distribusi hasil pertanian. Dampaknya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan arus lalu lintas dialihkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengky, mengatakan pihaknya langsung melakukan assessment teknis di lokasi untuk menghitung kebutuhan anggaran serta menyiapkan desain penanganan konstruksi.

“Ini jalan yang setiap hari digunakan masyarakat menuju Tiris. Kami sedang melakukan inventarisasi dan menghitung kebutuhan anggaran. Rencananya akan dibahas penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya di lokasi, Selasa (24/02/26)

Menurutnya, karakter longsoran di Segaran memiliki perlakuan teknis berbeda dibanding titik lain di wilayah Tiris, seperti di Andung Biru. Panjang area terdampak sekitar 20–30 meter sehingga membutuhkan desain konstruksi yang tepat agar tidak terjadi longsor susulan.

Untuk sementara, jalan ditutup bagi kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas secara terbatas di sisi jalan yang relatif aman. PUPR juga mengarahkan masyarakat menggunakan jalur alternatif melalui akses persawahan yang dinilai lebih aman dan relatif lebih pendek.

Hengky menambahkan, ruas Condong - Segaran sebenarnya telah masuk dalam rencana kegiatan tahun ini dan tinggal menunggu proses lelang serta pelaksanaan. Ia berharap proyek tersebut dapat memperkuat konektivitas masyarakat sehingga tidak bergantung pada satu jalur saja.

Selain penanganan jalan, PUPR juga tengah mempersiapkan pembangunan dua jembatan di wilayah Tiris dan Andung Biru menggunakan anggaran BTT, dengan mempertimbangkan prioritas akses yang berdampak langsung pada warga terisolir.

Dari sisi mitigasi kebencanaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen risiko dan langkah darurat untuk mencegah longsor susulan. Sebanyak tujuh lembar terpal dipasang sepanjang kurang lebih 35 meter guna menutup bagian tebing dan badan jalan yang longsor.

“Pemasangan terpal bertujuan mengurangi infiltrasi air hujan ke dalam tanah sehingga memperlambat potensi pergerakan tanah lanjutan,” demikian keterangan Lana mewakili BPBD 

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Wahyudin Latif turun langsung meninjau lokasi dan menetapkan penutupan jalur bagi kendaraan roda empat. Pengamanan dilakukan bersama Polsek, Koramil, serta pemerintah desa dan kecamatan.

“Jalur yang melewati titik longsor ditutup untuk roda empat dan hanya dibuka terbatas untuk roda dua. Penjagaan dilakukan di depan Kantor Desa Segaran dan sekitar 10 meter sebelum lokasi longsor,” ujarnya.

Satlantas Polres Probolinggo juga membantu pemasangan lampu penerangan sementara dan lampu hazard guna meningkatkan visibilitas pada malam hari.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo turut memasang water barrier sepanjang sekitar 30 meter di ruas terdampak untuk menutup akses kendaraan roda empat dan mengatur arus kendaraan roda dua agar tetap aman.

Pemerintah daerah juga mengingatkan agar kendaraan bertonase besar tidak memaksakan muatan berlebih di jalur kawasan perbukitan karena dapat mempercepat kerusakan struktur jalan.

Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun aktivitas masyarakat di wilayah Tiris dan sekitarnya mengalami gangguan signifikan. Warga diimbau mematuhi arahan petugas serta menggunakan jalur alternatif yang telah ditentukan sambil menunggu proses perbaikan permanen.

Peristiwa ini kembali menegaskan kerentanan kawasan perbukitan di Kabupaten Probolinggo terhadap pergerakan tanah, terutama saat intensitas hujan meningkat. Koordinasi lintas instansi diharapkan mampu mempercepat pemulihan konektivitas sekaligus meminimalkan risiko keselamatan masyarakat.(ma/ko)

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->