PROBOLINGGO - Insiden hilangnya tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di kawasan Gunung Bromo menjadi perhatian berbagai pihak. Peristiwa tersebut memicu dorongan evaluasi terhadap sistem keamanan destinasi wisata yang selama ini menjadi ikon pariwisata Jawa Timur.
Bupati LSM LIRA Kabupaten Probolinggo, Salamul Huda, menilai insiden tersebut harus menjadi momentum pembenahan sistem pengamanan secara menyeluruh. Ia mendesak dinas terkait dan pengelola wisata untuk melakukan evaluasi, termasuk mempertimbangkan pemasangan CCTV di titik-titik strategis seperti area parkir jeep wisata, pintu masuk kawasan, serta lokasi kumpul wisatawan.
“Bromo adalah etalase pariwisata kita. Jangan sampai wisatawan luar negeri kapok datang ke Probolinggo. Perlu langkah konkret agar rasa aman benar-benar terjamin,” tegasnya.
Menurut Salamul Huda, keamanan merupakan bagian integral dari pelayanan wisata. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga pelaku usaha wisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Hery Mulyadi, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengimbau wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan.
“Kami selalu menghimbau kepada seluruh wisatawan untuk waspada terhadap segala bentuk kejahatan dan tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan,” ujarnya.
Hery menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah menyiapkan sejumlah titik parkir resmi yang berada dalam pengelolaan terpantau, di antaranya Terminal Seruni Point Jembatan Kaca, Rest Area Cemoro Lawang, Pendopo Agung Ngadisari, serta Wisma Ucik.
“Kami mengimbau agar wisatawan tidak parkir di tempat yang tidak semestinya, apalagi tanpa penjaga,” tambahnya.
Disporapar juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta asosiasi pariwisata seperti ASITA dan PHRI untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. Pihaknya berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap citra pariwisata daerah.
Gunung Bromo selama ini menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan penguatan sistem keamanan, koordinasi lintas sektor, serta partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kepercayaan publik terhadap destinasi wisata Probolinggo tetap terjaga dan berkembang secara berkelanjutan.(af/ko)