-->

Notification

×

Elpiji Langka Jelang Lebaran dan Tembus Rp25 Ribu, Komisi 4 DPRD Probolinggo Cium Praktik Penimbunan

Jumat, 20 Maret 2026 | Maret 20, 2026 WIB | Last Updated 2026-03-20T11:17:27Z

PROBOLINGGO - Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat Kabupaten Probolinggo diresahkan dengan kelangkaan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram. Selain sulit didapatkan di tingkat eceran, harga tabung gas bersubsidi tersebut melonjak tajam hingga mencapai Rp25.000 per tabung.


Kondisi kritis ini mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Probolinggo, Khairul Anam. Ia menerima banyak aduan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas, hingga harus mencari ke luar kecamatan.

"Di daerah Besuk harganya mencapai Rp25.000, itu pun barangnya langka. Padahal harga dari distributor itu sekitar Rp16.000. Tidak lumrah jika warga dari Kecamatan Besuk atau Paiton sampai harus mencari gas ke Kraksaan atau ke Maron. Masa di sana tidak ada agen atau pangkalan?" ujar Khairul Anam kepada Portal Probolinggo.


Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyoroti klaim dari sejumlah distributor yang menyatakan bahwa suplai dan pengiriman berjalan normal. Pihak distributor berdalih kelangkaan terjadi akibat fenomena panic buying atau pembelian berlebih oleh masyarakat. Anam dengan tegas menepis alasan tersebut.

"Yang namanya panic buying itu sudah tidak ada. Kenyataannya di bawah memang barangnya benar-benar langka. Kalaupun masyarakat mau beli, barangnya yang kosong. Jadi kalau pihak pangkalan atau distributor bilang normal, lalu barangnya menguap ke mana?" tegasnya.


Idealnya, kata Anam, menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya, Pertamina memberikan tambahan kuota sebesar 20 persen untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pokok masyarakat.


Melihat anomali antara klaim distribusi yang disebut normal namun barang lenyap di pasaran, Anam mencurigai adanya oknum "pemain" yang sengaja menimbun stok LPG jelang lebaran demi meraup keuntungan berlipat.

"Kecurigaan kami, ada pemain di dalam ini, ada yang menimbun. Mengontrol hal ini sebenarnya sangat mudah bagi Pertamina, karena mereka punya aturan kuota yang jelas setiap harinya dari tingkat agen, distributor, hingga pangkalan di desa-desa. Kalau barang tersendat, pasti ketahuan titik masalahnya ada di mana," paparnya.


Menindaklanjuti krisis kebutuhan pokok ini, Anam menyampaikan bahwa fraksinya telah meneruskan keluhan masyarakat Kabupaten Probolinggo ini kepada Komisi VI DPR RI dan pihak Pertamina sejak dua hari yang lalu.


Anam mendesak pemerintah daerah dan otoritas terkait untuk segera bertindak dan tidak membiarkan masyarakat kesulitan.

"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, ini harus turun dan normal hari ini juga. Pemerintah harus segera melaksanakan Operasi Pasar untuk memastikan ketersediaan gas di toko-toko, memutus kelangkaan, dan menormalkan kembali harganya. Gas LPG saat ini adalah kebutuhan pokok mutlak bagi masyarakat," pungkas Anam. (adj/ma)

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->