Probolinggo - Pemerintah Kabupaten Probolinggo secara resmi menyalurkan tunjangan kehormatan bagi guru ngaji dan guru pasraman tahun anggaran 2026 dengan total anggaran mencapai Rp1.980.000.000. Program ini menyasar sebanyak 4.950 penerima yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Bupati Probolinggo menegaskan bahwa penyaluran insentif ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian terhadap peran strategis guru ngaji dalam membangun moral dan karakter masyarakat.
“Insentif guru ngaji sudah kami cairkan dan didistribusikan melalui masing-masing MWC. Nominal per orang sekitar Rp400 ribu. Kami berharap ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian para guru ngaji,” ujarnya.
Berdasarkan data resmi, distribusi penerima dan anggaran tersebar di 26 lembaga, didominasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di setiap kecamatan. Beberapa wilayah dengan jumlah penerima terbesar antara lain:
• MWCNU Paiton: 300 guru (Rp120.000.000)
• MWCNU Gading: 285 guru (Rp114.000.000)
• MWCNU Kraksaan dan Maron: masing-masing 270 guru (Rp108.000.000)
• MWCNU Besuk, Krejengan, dan Pakuniran: masing-masing 255 guru (Rp102.000.000)
Sementara itu, wilayah dengan jumlah penerima lebih kecil antara lain Sukapura sebanyak 80 guru (Rp32.000.000), serta wilayah Tiris Barat dan Tiris Timur masing-masing 120 guru (Rp48.000.000).
Distribusi ini menunjukkan pemerataan berbasis kebutuhan dan jumlah tenaga pengajar keagamaan di masing-masing wilayah.
Di sisi lain, pemerintah daerah menegaskan bahwa penyaluran dilakukan secara terstruktur dan non-tunai melalui lembaga masing-masing, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Namun demikian, di tengah penyaluran insentif tersebut, masyarakat juga tengah menghadapi persoalan kelangkaan LPG subsidi (gas melon) yang terjadi menjelang Lebaran. Bupati mengakui bahwa kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya konsumsi dan fenomena panic buying.
“Memang terjadi lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran, ditambah perilaku pembelian berlebih oleh sebagian masyarakat. Ini yang menyebabkan distribusi tidak merata,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah mengajukan tambahan pasokan sebanyak 100 ribu tabung LPG kepada Pertamina guna menjaga ketersediaan hingga pasca Lebaran (H+6).
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG subsidi secara bijak dan tidak melakukan penimbunan, agar distribusi dapat berjalan adil dan merata.
Dengan kombinasi kebijakan sosial melalui penyaluran insentif serta langkah strategis dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap kondisi masyarakat tetap kondusif dan sejahtera dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. (adj/ma)