KRAKSAAN- Menjelang perhelatan akbar Konferensi Cabang (Konfercab), pelajar Nahdlatul Ulama di wilayah Kraksaan mengambil langkah berani dalam menghadapi krisis sosial. Bertempat di aula utama Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah Paiton pada Minggu (26/4), IPNU dan IPPNU menggelar Simposium Anti Narkoba, sebuah agenda strategis yang menjadi pembuka rangkaian Pra-Konfercab IPNU ke-XXIV dan IPPNU ke-XXIII Kraksaan.
Kegiatan ini bukan sekadar diskusi seremonial, melainkan sebuah konsolidasi kekuatan besar. IPNU-IPPNU berhasil menggandeng P4GN Kab. Probolinggo, Polres Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, dan Bakesbangpol Kab. Probolinggo dalam satu meja untuk merumuskan pertahanan bagi generasi muda.
Darurat Persepsi: Narkoba Bukan Komoditas Lumrah
Ketua PC IPNU Kraksaan, Wahyu Alfandi Putra dalam sambutannya memberikan pernyataan tajam mengenai realitas pahit yang sedang terjadi di akar rumput. Berdasarkan dialog intensif yang dilakukan dengan Wakil Bupati Probolinggo sebelumnya, Wahyu menyoroti pergeseran persepsi yang sangat berbahaya di kalangan remaja.
"Dalam beberapa jam pertemuan strategis kami dengan Wakil Bupati, banyak hal yang dibahas. Namun, fokus utama yang menyayat hati kami adalah adanya kekhawatiran besar mengenai pergeseran nilai di kalangan pelajar; banyak yang mulai menganggap narkoba sebagai barang yang lumrah untuk dikonsumsi, bahkan diperjualbelikan," tegas Wahyu dengan nada serius.
"Ini adalah potret yang sangat miris. IPNU-IPPNU tidak boleh tinggal diam. Kita harus mampu bertransformasi menjadi garda terdepan dalam perang total melawan narkoba demi menyelamatkan masa depan bangsa," tambahnya di hadapan ratusan delegasi.
Peringatan Keras dari Otoritas Keamanan
Senada dengan kekhawatiran tersebut, Kasat Reskoba Polres Probolinggo yang hadir sebagai narasumber utama memberikan peringatan mengenai pola penyebaran narkotika yang kini menyasar sel-sel terkecil masyarakat. Ia menekankan bahwa sinergi dengan organisasi pelajar seperti IPNU-IPPNU adalah kunci keberhasilan operasi preventif.
"Kami mengapresiasi inisiatif luar biasa ini. Pelajar adalah benteng terakhir. Jika benteng ini ditembus oleh persepsi bahwa narkoba adalah hal biasa, maka hancurlah masa depan kita. Kehadiran IPNU-IPPNU sebagai mitra strategis Polres akan memperkuat deteksi dini hingga ke pelosok desa di Kabupaten Probolinggo," ungkap Kasat Reskoba dalam paparannya.
Manifestasi 'Purposeful Devotion'
Penyelenggaraan simposium di lingkungan pesantren ini menunjukkan bahwa pengabdian IPNU-IPPNU Kraksaan kini bergerak ke arah yang lebih substantif dan taktis. Dengan dukungan penuh dari Bakesbangpol dan Pemerintah Daerah, gerakan anti-narkoba ini diharapkan menjadi program berkelanjutan pasca-Konfercab.
Melalui simposium ini, IPNU-IPPNU Kraksaan menegaskan posisinya bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, melainkan sebagai aktor intelektual yang siap mengawal stabilitas sosial dan kesehatan mental generasi Z di Kabupaten Probolinggo.