KRAKSAAN - Gemuruh sholawat dan semangat intelektual memenuhi atmosfer Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah pada Minggu (26/4). Ratusan kader hijau-putih berkumpul dalam satu tujuan: Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU XXIV dan IPPNU XXIII Kraksaan. Forum tertinggi ini secara resmi dibuka untuk menentukan arah kompas perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama di wilayah tersebut.
Dengan mengusung tema besar "Purposeful Devotion: Empowering Nahdlatul Ulama Student", kegiatan ini menjadi sinyalemen transisi organisasi menuju gerakan yang lebih sistemik, berorientasi tujuan, dan berdaya saing global.
Dalam sesi pembukaan yang khidmat, Ketua PC IPNU Kraksaan, Wahyu Alfandi Putra, menyampaikan pesan mendalam bagi para peserta. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah konferensi tidak diukur dari seberapa sengit kontestasi politiknya, melainkan seberapa tajam visi yang dihasilkan.
"Konfercab bukan hanya momentum pencalonan ketua," tegas Alfan di hadapan para delegasi. "Dalam momentum konfercab ini, hendaklah kita sebagai kaum terpelajar fokus pada landasan arah gerak organisasi dua tahun ke depan."
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC IPPNU Kraksaan Rekanita Komariah Banowati menekankan bahwa kematangan organisasi sangat bergantung pada sensitivitas kadernya terhadap realitas sosial.
"Konfercab adalah forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang. Ini bukan hanya tentang calon ketua, tapi tentang bagaimana pelajar peka terhadap dinamika organisasi IPPNU tentunya," ujarnya, menggaris bawahi pentingnya responsivitas kolektif.
Lokasi kegiatan di Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah memberikan makna simbolis tersendiri—sebuah perpaduan antara tradisi luhur pesantren dan modernitas gerakan pelajar. Agenda Konfercab kali ini tidak hanya terbatas pada pemilihan pimpinan, tetapi juga mencakup sidang-sidang komisi yang merumuskan strategi pemberdayaan kader di bidang pendidikan, teknologi, dan ekonomi kreatif.
Tema Purposeful Devotion (Pengabdian yang Bertujuan) diharapkan menjadi fondasi bagi pengurus terpilih nantinya untuk tidak sekadar menjalankan program kerja rutin, tetapi menciptakan dampak nyata yang memberdayakan setiap anggota di akar rumput.
Seiring berjalannya sidang-sidang pleno, masyarakat Kraksaan dan keluarga besar Nahdlatul Ulama menaruh harapan besar agar forum ini melahirkan nakhoda yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Aswaja ke dalam tantangan zaman yang semakin kompleks.