![]() |
| kanan : Kyai Basith Bazali nomer 2 kanan : KH moch Zuhri Zaini . ketuga Kanan : Ra Faiz AHZ . 5 Kanan : Lora Iwan Afnani |
KRAKSAAN - Komitmen terhadap penguatan pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput kembali ditunjukkan melalui peresmian Gedung baru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Darussalam yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026, di Jalan Ahmad Yani Gang Perkutut RT 05 RW 001, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, tokoh muda Ra Faiz AHZ, para ulama, tokoh masyarakat, serta wali santri yang turut memberikan dukungan atas berdirinya lembaga pendidikan tersebut.
Dalam sambutannya, pengasuh TPQ Darussalam, Lora Iwan Afnani, menegaskan bahwa pendirian TPQ ini dilandasi oleh niat tulus untuk meraih ridha Allah SWT serta mencetak generasi Qur’ani di tengah masyarakat. Ia berharap keberadaan gedung baru ini dapat menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an yang lebih representatif dan nyaman bagi para santri.
Sementara itu, Kepala TPQ Darussalam, Ustaz Herman, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekitar atas ketidaknyamanan selama proses pembangunan berlangsung. “Kami mohon maaf apabila selama proses pembangunan ini mengganggu kenyamanan warga sekitar. Semoga keberadaan TPQ ini membawa manfaat besar bagi lingkungan,” ujarnya.
Momentum peresmian juga diisi dengan tausiyah oleh KH. Moch. Zuhri Zaini yang menekankan pentingnya mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an sebagai amal terbaik dalam kehidupan seorang Muslim. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Menurutnya, meskipun TPQ tersebut tampak sederhana secara fisik, namun memiliki nilai yang sangat besar karena menjadi tempat lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Dalam ceramahnya, KH. Zuhri Zaini juga menguraikan dimensi keilmuan Al-Qur’an yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki relevansi dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Ia mencontohkan sejumlah fenomena ilmiah yang disebutkan dalam Al-Qur’an, termasuk kisah Fir’aun yang tenggelam di laut sebagaimana dijelaskan dalam kajian ilmiah terhadap mumi yang ditemukan mengandung unsur garam.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena meningkatnya minat masyarakat di negara-negara Barat terhadap studi Al-Qur’an, yang dalam banyak kasus berujung pada ketertarikan terhadap Islam. Hal ini, menurutnya, menjadi refleksi bagi umat Islam sendiri agar lebih giat mempelajari kitab sucinya.
Acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh KH. Basith Bazali atau yang akrab disapa Gus BB. Suasana khidmat semakin terasa saat prosesi pemotongan pita dilakukan oleh KH. Moch. Zuhri Zaini didampingi Ra Faiz AHZ, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan peninjauan langsung (room tour) gedung TPQ.
Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas berdirinya TPQ Darussalam. Ia menyebut keberadaan TPQ ini sebagai langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda berbasis nilai-nilai keislaman.
“Ini luar biasa. Bahkan sebelum diresmikan, TPQ ini sudah memiliki sekitar 60 santri. Yang lebih membanggakan, ada anak usia 5 tahun yang sudah hafal 2 juz Al-Qur’an. Ini menunjukkan potensi besar yang harus terus didukung,” ungkapnya.
Peresmian ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun fondasi pendidikan keagamaan yang kuat. Diharapkan, TPQ Darussalam dapat menjadi pusat pembinaan generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual di tengah dinamika zaman.(IN)
