-->

Notification

×

Satgas MBG Probolinggo Bantah Dugaan Limbah SPPG Liprak Kidul Jadi Sumber Bau Selokan

Senin, 11 Mei 2026 | Mei 11, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-11T08:21:43Z

BANYUANYAR - Dugaan pencemaran selokan yang sempat dikeluhkan warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, mendapat klarifikasi dari Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Probolinggo. Hasil pengecekan lapangan menyebut sumber bau menyengat diduga bukan berasal dari limbah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) SPPG MBG.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengatakan pengecekan dilakukan pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Pemeriksaan melibatkan petugas kesehatan lingkungan (kesling) puskesmas, Camat Banyuanyar, Sekretaris Kecamatan, hingga perangkat Desa Liprak Kidul.

“Dilakukan kunjungan ke SPPG Liprak Kidul oleh petugas kesling puskesmas bersama Pak Camat, Sekcam, dan Sekdes Liprak Kidul,” ujar Ugas saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (11/5/2026).


Menurutnya, saat pengecekan berlangsung, pihak penyedia IPAL juga sedang melakukan pemeliharaan sistem pengolahan limbah di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Liprak Kidul.

Dari hasil pemantauan lapangan, bau yang sebelumnya dikeluhkan warga disebut berasal dari tumpukan sampah plastik pada saluran air di sekitar gudang bangunan dekat area SPPG. Saluran tersebut, kata dia, digunakan khusus untuk bangunan di sekitar lokasi dan tidak terhubung langsung ke sungai.

“Bau tersebut berasal dari sampah plastik gudang yang menumpuk pada saluran air yang memang dibuat khusus untuk gudang dan bangunan di sekitar SPPG, bukan langsung ke sungai,” katanya.

Ugas menjelaskan, saluran air tersebut bercampur dengan air buangan kamar mandi dan air hasil pengolahan IPAL SPPG. Namun setelah dilakukan pengecekan langsung ke bak penampungan akhir IPAL, air hasil pengolahan dinyatakan tidak menimbulkan bau.

“Setelah dilakukan pengecekan langsung ke bak penampungan akhir IPAL, didapatkan bahwa air hasil pengolahan IPAL tidak berbau,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan Kepala Puskesmas setempat, SPPG Liprak Kidul telah memiliki fasilitas IPAL yang berfungsi untuk mengolah limbah operasional.

Sebelumnya, warga Desa Liprak Kidul sempat mengeluhkan aroma tidak sedap yang muncul dari aliran selokan di sekitar lokasi. Keluhan tersebut viral setelah video kondisi selokan beredar di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial.

Warga berharap pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan berkala terhadap sistem sanitasi dan pengelolaan limbah di sekitar lokasi operasional MBG agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun keresahan masyarakat di kemudian hari.

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->