PROBOLINGGO – Puluhan guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Kelas VI Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, mengikuti kegiatan arung jeram di Probolinggo Rafting pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana rekreasi sekaligus mempererat kebersamaan antarguru di luar aktivitas belajar mengajar.

Dalam kegiatan itu, para peserta memilih jalur Sungai Atas yang memiliki panjang lintasan sekitar 12 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 3,5 jam. Sepanjang pengarungan, peserta harus melewati 54 jeram yang menghadirkan tantangan sekaligus sensasi petualangan di tengah alam pegunungan Probolinggo.
Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta mendapatkan pengarahan keselamatan dari pemandu profesional. Berbagai instruksi dasar dijelaskan secara rinci, mulai dari teknik mendayung maju dan mundur, cara berbelok, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi jeram berarus deras.
Pemandu juga mengingatkan peserta untuk selalu mematuhi aba-aba selama pengarungan demi menjaga keselamatan bersama. Seluruh peserta dilengkapi perlengkapan standar berupa helm dan pelampung yang wajib digunakan selama berada di atas perahu karet.
Meski jalur Sungai Atas dikenal memiliki arus yang cukup deras di beberapa titik, kegiatan berlangsung aman dan lancar. Para peserta tampak menikmati setiap tantangan yang dihadapi sepanjang perjalanan.

Selain menawarkan sensasi olahraga petualangan, jalur tersebut juga menyuguhkan panorama alam yang masih terjaga. Tebing-tebing hijau yang membentang di sepanjang aliran sungai menjadi pemandangan utama yang menemani peserta selama pengarungan.
Salah satu lokasi yang menarik perhatian peserta adalah Goa Kelelawar yang berada di sisi sungai. Di dalam goa tersebut terdapat ratusan kelelawar yang bersarang secara alami. Pengunjung dapat memasuki bagian dalam goa karena kondisinya relatif aman dan tidak terlalu dalam.
Tidak hanya itu, peserta juga dapat menikmati keindahan tujuh air terjun alami yang tersebar di sepanjang rute. Keberadaan air terjun tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan suasana sejuk dan menambah pengalaman wisata alam yang berbeda.
Di tengah perjalanan, rombongan sempat beristirahat di rest area yang telah disediakan pengelola. Di lokasi tersebut, peserta menikmati sajian pokak, minuman tradisional khas Probolinggo yang dikenal memiliki cita rasa hangat, ditemani gorengan yang baru disajikan.
Menariknya, sebagian besar peserta dalam kegiatan ini berusia di atas 40 tahun. Bahkan, terdapat dua guru yang disebut akan memasuki masa purnatugas dalam waktu dekat. Meski demikian, semangat mereka tidak surut. Tawa, canda, dan antusiasme terlihat sepanjang perjalanan hingga pengarungan selesai.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa wisata petualangan tidak hanya diminati kalangan muda. Dengan standar keselamatan yang memadai dan pendampingan guide berpengalaman, arung jeram dapat menjadi pilihan kegiatan luar ruang yang aman sekaligus menyenangkan bagi berbagai kelompok usia.
Bagi sektor pariwisata daerah, kegiatan seperti ini turut memperkuat posisi Probolinggo sebagai salah satu destinasi wisata petualangan di Jawa Timur yang menawarkan kombinasi antara tantangan olahraga, keindahan alam, dan pengalaman edukatif yang berkesan bagi para pengunjung.(IN)