PROBOLINGGO - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris kembali menorehkan prestasi dengan menerima penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur dalam puncak peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-79 Jawa Timur yang digelar di Bakorwil Pamekasan, Selasa (21/7/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo, Sugianto, juga menerima penghargaan sebagai Penggerak Koperasi Jawa Timur.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam membina dan mengembangkan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.
Usai menerima penghargaan, Gus Haris menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan koperasi di Kabupaten Probolinggo, bukan semata keberhasilan pemerintah daerah.
"Kami akan terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas akses usaha agar koperasi semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Gus Haris.
Menurutnya, koperasi harus mampu bertransformasi menjadi lembaga yang profesional, modern, dan memiliki daya saing sehingga mampu mendukung terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang SAE.
Sementara itu, penghargaan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Basit. Saat dikonfirmasi pada Rabu (8/7/2026), Basit menilai penghargaan tersebut merupakan pencapaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi penyemangat untuk meningkatkan pembinaan koperasi di daerah.
"Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Probolinggo atas penghargaan di bidang koperasi yang telah diraih. Penghargaan tersebut tentu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan dan pengembangan koperasi di daerah," kata Basit.
Meski demikian, Basit mengingatkan bahwa penghargaan tersebut tidak boleh membuat semua pihak mengabaikan berbagai persoalan koperasi yang hingga kini masih dihadapi masyarakat.
"Namun, penghargaan tidak boleh membuat kita menutup mata terhadap kondisi riil di lapangan. Faktanya, masih terdapat sejumlah koperasi yang mengalami berbagai persoalan, mulai dari tata kelola, kepatuhan administrasi, kesehatan keuangan, hingga pelayanan kepada anggota," ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya masyarakat yang mengaku mengalami kerugian akibat persoalan koperasi, termasuk belum terselesaikannya permasalahan yang melibatkan Koperasi Cakrawala.
Menurut Basit, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah nasabah mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah dan masih menunggu kepastian penyelesaian atas dana mereka. Pernyataan tersebut merupakan pandangan anggota DPRD berdasarkan aspirasi yang diterimanya dan belum merupakan kesimpulan mengenai status hukum perkara.
Basit berharap momentum penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu bagi pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk terus memperkuat pengawasan, pembinaan, dan penyelesaian berbagai persoalan koperasi, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dapat terus meningkat.
Ia menegaskan, keberhasilan di tingkat penghargaan akan lebih bermakna apabila diikuti dengan meningkatnya kesehatan koperasi serta perlindungan terhadap hak-hak anggota dan nasabah di Kabupaten Probolinggo.