PROBOLINGGO - Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) setelah melalui asesmen lapangan yang berlangsung di Gedung A UNUJA pada Jumat (23/5/2026).
Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi Prodi KPI UNUJA sekaligus menandai peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Prodi KPI juga menjadi program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam pertama di wilayah Tapal Kuda yang berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
Ketua Program Studi KPI UNUJA, Zakiyah Romadlany, M.Sos., mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembenahan yang dilakukan secara konsisten, bukan pencapaian yang diraih secara instan.
"Setiap semester kami terus melakukan evaluasi kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, kami memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam proses akreditasi," ujarnya.
Menurut Zakiyah, predikat Akreditasi Unggul menjadi amanah untuk terus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu menjawab tantangan perkembangan dunia komunikasi dan dakwah di era digital.
"Dakwah saat ini tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui karya jurnalistik, penyiaran, konten digital, media kreatif, dan berbagai inovasi komunikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin lulusan KPI memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Agama Islam UNUJA, Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I., menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni.
"Akreditasi Unggul ini merupakan hasil kerja kolektif. Fakultas berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu setiap program studi sehingga mampu memberikan layanan pendidikan terbaik kepada mahasiswa," ungkapnya.
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran juga diperkuat melalui pengembangan fasilitas Laboratorium Studio KPI. Kepala Laboratorium Studio KPI UNUJA, Ahmad Dafa' Asyaddad, S.Sn., menjelaskan bahwa laboratorium tersebut menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan di bidang komunikasi dan penyiaran.
Menurutnya, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam produksi siaran televisi, fotografi, videografi, podcast, hingga produksi konten digital sehingga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri media.
"Laboratorium Studio KPI menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, meningkatkan keterampilan teknis, sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum terjun ke dunia kerja. Kami ingin lulusan KPI memiliki pengalaman praktik yang kuat sehingga siap menghadapi tantangan industri komunikasi yang terus berkembang," jelasnya.
Apresiasi juga datang dari alumni Prodi KPI UNUJA, Miftahul Huda. Ia menilai predikat Akreditasi Unggul memberikan nilai tambah bagi lulusan, terutama dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Menurutnya, pengakuan terhadap kualitas program studi tersebut akan mempermudah alumni dalam proses melanjutkan studi serta menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik.
Dengan diraihnya Akreditasi Unggul, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UNUJA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program studi ini juga akan memperluas jejaring kerja sama serta menghadirkan inovasi pembelajaran guna mencetak lulusan yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjadi komunikator dakwah yang berkontribusi di tingkat nasional maupun global.[Hefrin Nawafil]