-->

Notification

×

Pengelolaan Sampah Jadi Investasi Ekonomi Desa, BBK 8 UNAIR Bangun Rocket Stove di Desa Duren

Jumat, 07 Agustus 2026 | Agustus 07, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-07T16:57:18Z
PROBOLINGGO – Pengelolaan sampah tidak lagi sekadar menjadi persoalan kebersihan lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi desa. Lingkungan yang bersih mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, mengurangi biaya kesehatan, serta mendukung keberlangsungan aktivitas usaha warga.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) membangun fasilitas pembakaran sampah Rocket Stove di Desa Duren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (29/7/2026). Program ini menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sebelum pembangunan dilakukan, tim BBK 8 UNAIR mengusulkan penyediaan tempat sampah di beberapa titik strategis desa. Namun, berdasarkan hasil diskusi dengan pemerintah desa, kebutuhan utama masyarakat adalah fasilitas pembuangan sampah yang terpusat.

Salah satu perangkat Desa Duren, Imron, menjelaskan bahwa desa hingga kini belum memiliki lokasi pembuangan sampah yang memadai.

"Pemetaan dan penyediaan tong sampah sepertinya kurang efektif. Akan lebih efektif apabila melakukan pembuatan tempat pembuangan sampah di satu titik," ujarnya.

Menurut Imron, persoalan sampah juga berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi warga. Sebagian besar masyarakat Desa Duren menggantungkan mata pencaharian dari usaha pengolahan pinang yang menghasilkan limbah organik setiap hari. Tanpa sistem pengelolaan yang baik, limbah tersebut menumpuk, mengganggu lingkungan, dan berpotensi memicu penyakit.

 "Saat ini yang paling dibutuhkan warga adalah tempat pembuangan atau pembakaran sampah yang minim asap. Banyak warga menjadi pelaku usaha pinang. Kalau limbahnya hanya ditumpuk, bisa menjadi sarang nyamuk. Bahkan, kami sempat mengalami wabah DBD," katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah memiliki konsekuensi ekonomi yang nyata. Lingkungan yang tidak terkelola dapat meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga akibat biaya pengobatan, mengurangi produktivitas tenaga kerja, hingga menghambat kelancaran aktivitas usaha masyarakat.

Melalui pembangunan Rocket Stove, mahasiswa BBK 8 UNAIR berupaya menghadirkan solusi yang mampu menekan dampak tersebut. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana pengelolaan limbah rumah tangga dan limbah usaha secara lebih efektif sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih produktif.

Selain membangun fasilitas, mahasiswa juga melibatkan warga dalam kerja bakti sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa kebersihan lingkungan merupakan modal sosial sekaligus modal ekonomi yang harus dijaga bersama.

Dalam perspektif pembangunan ekonomi berkelanjutan, investasi pada fasilitas pengelolaan sampah menjadi langkah preventif yang memberikan manfaat jangka panjang. Desa yang bersih memiliki potensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat produktivitas pelaku usaha, serta membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis lingkungan.

Program BBK 8 UNAIR ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya menghasilkan perubahan sosial, tetapi juga mampu mendorong terciptanya fondasi ekonomi desa yang lebih tangguh. Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) dan SDG 15 (Life on Land), pengelolaan sampah menjadi investasi yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis: Aqilah Qurratul Aini
Penyunting: Vira Nabella


×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->