-->

Notification

×

Ulama Kharismatik Probolinggo, KH Munir Cholili, Wafat di Usia 88 Tahun

Selasa, 27 Januari 2026 | Januari 27, 2026 WIB | Last Updated 2026-01-27T12:59:30Z

KREJENGAN - Kabupaten Probolinggo berduka. Salah satu ulama kharismatik sekaligus tokoh sentral kehidupan keagamaan daerah, KH Munir Cholili, wafat pada Selasa (27/1/2026) dalam usia 88 tahun (Sumber: admin instagram PP. Rofiatul Islam) Almarhum dikenal luas sebagai mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Probolinggo dan pengasuh Pondok Pesantren Rofiatul Islam, Kecamatan Krejengan.

KH Munir Cholili menghembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di Kota Malang sekitar pukul 17.00 WIB. Kabar duka ini dengan cepat menyebar dan memunculkan ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar pesantren, tokoh agama, hingga masyarakat yang selama ini mengenal beliau sebagai panutan umat.

Menantu almarhum, KH Ahmad Mudlofir Irwani, membenarkan wafatnya KH Munir. Ia menyampaikan bahwa dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir, kondisi kesehatan almarhum memang terus mengalami penurunan dan membutuhkan perawatan intensif.

“Dalam sebulan terakhir kesehatan beliau menurun. Tadi sebelum maghrib, sekitar pukul 17.00 WIB, beliau wafat,” ujarnya.

Menurut keterangan keluarga, KH Munir Cholili diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi yang diderita dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah organ vital mengalami gangguan, di antaranya ginjal, jantung, serta paru-paru, sehingga almarhum harus menjalani perawatan medis secara berkelanjutan.

“Beliau memiliki penyakit komplikasi, termasuk ginjal, jantung, dan paru-paru,” tambahnya.

Hingga Selasa petang, jenazah KH Munir Cholili masih berada di Malang. Pihak keluarga masih melakukan musyawarah untuk menentukan waktu pemulangan dan prosesi pemakaman, apakah akan dilaksanakan pada malam hari atau pada hari berikutnya di Kabupaten Probolinggo.“Untuk pemakaman masih kami rembukkan bersama keluarga,” jelasnya.

Semasa hidupnya, KH Munir Cholili dikenal sebagai sosok ulama yang bersahaja, tegas dalam prinsip, dan konsisten mengabdikan diri pada pembinaan umat. Selain memimpin Pondok Pesantren Rofiatul Islam, beliau juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo selama periode 2010-2025. Perannya menjadikan beliau rujukan dalam berbagai persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Probolinggo.

Kepergian KH Munir Cholili meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak pengabdian yang kuat. Nilai-nilai keteladanan, keilmuan, dan komitmen beliau terhadap persatuan umat akan terus dikenang oleh masyarakat Probolinggo dan para santri yang pernah belajar di bawah bimbingannya.

“Mohon doa terbaik untuk almarhum,” pungkas pihak keluarga.

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->