KRUCIL - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja strategis ke Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 836/Brahma Yodha yang berada di kawasan lereng Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Selasa (31/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kesiapan satuan teritorial sekaligus memperkuat peran TNI sebagai garda terdepan yang dekat dengan masyarakat.
Rombongan Menteri Pertahanan tiba sekitar pukul 07.45 WIB di Lapangan Desa Krucil menggunakan helikopter EC-725 Caracal, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju markas Yonif TP 836/BY di Desa Bermi. Kedatangan Menhan disambut jajaran Kodam V/Brawijaya serta pejabat tinggi TNI, termasuk Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI M. Saleh Mustafa, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin.
Setibanya di markas batalyon, Menhan menerima laporan satuan dari Danyon TP 836/Brahma Yodha Letkol Inf Faishal Riza, dilanjutkan dengan penghormatan pasukan serta inspeksi awal terhadap fasilitas penjagaan. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan paparan internal terkait kesiapan operasional satuan, sebelum Menhan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pendukung, termasuk dapur umum dan perumahan prajurit.
Dalam arahannya kepada seluruh prajurit, Menhan menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak hanya bertumpu pada kemampuan militer, tetapi juga pada kedekatan dan kepercayaan masyarakat. Ia menilai, pendekatan teritorial yang humanis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika ancaman yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa seluruh fasilitas yang dimiliki satuan merupakan amanah negara yang bersumber dari rakyat. Oleh karena itu, setiap prajurit dituntut untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi tinggi.
Dalam konteks pembinaan prajurit, Menhan menekankan pentingnya tiga nilai utama yang harus dijadikan pedoman, yakni nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme. Ketiga nilai tersebut dinilai sebagai fondasi moral dan operasional dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kunjungan ini juga menjadi momentum evaluatif dalam memastikan kesiapan satuan teritorial sebagai bagian dari sistem pertahanan semesta, di mana TNI dan rakyat merupakan dua elemen yang tidak terpisahkan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar hingga pukul 10.57 WIB. Usai memberikan arahan dan menuliskan kesan serta pesan kepada prajurit, Menhan bersama rombongan kembali menuju helipad di Lapangan Desa Krucil untuk melanjutkan agenda berikutnya ke Banyuwangi.
Kunjungan kerja ini menegaskan arah kebijakan pertahanan nasional yang tidak hanya berorientasi pada kekuatan militer konvensional, tetapi juga pada penguatan dimensi sosial melalui kedekatan TNI dengan masyarakat sebagai basis utama ketahanan negara.(ma/ko)