-->

Notification

×

Pemkab Probolinggo Rayakan May Day dengan Dialog dan Komitmen Kesejahteraan Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-01T12:25:20Z

KRAKSAAN - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Probolinggo berlangsung dalam suasana hangat, inklusif, dan penuh nuansa kebersamaan. Ratusan buruh dan pekerja dari berbagai sektor memadati sisi timur Alun-alun Kraksaan sejak pagi hari, Jumat (1/5/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang melibatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, serta dihadiri langsung oleh Kapolres Probolinggo. Atmosfer yang tercipta menunjukkan wajah peringatan May Day yang berbeda tidak hanya sebagai momentum aksi, tetapi juga sebagai ruang dialog dan konsolidasi sosial antara pemerintah dan pekerja.

Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, dalam sambutannya menegaskan bahwa perhatian terhadap nasib buruh merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai bahwa forum peringatan May Day harus dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama.

“Saya yakin di forum ini tidak ada yang menginginkan kondisi buruh tidak baik. Kita berkumpul hari ini bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama,” ujar Haris.

Lebih lanjut, Haris menekankan bahwa sejak awal masa pemerintahannya, komunikasi dengan kelompok buruh terus diintensifkan. Langkah ini, menurutnya, menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan pekerja.

“Saya sudah berkomunikasi sejak awal pemerintahan untuk memastikan kesejahteraan buruh dan pekerja di Kabupaten Probolinggo semakin meningkat,” tambahnya.

Dalam konteks kebijakan konkret, Pemkab Probolinggo disebut telah mengambil langkah strategis melalui penyesuaian Upah Minimum Regional (UMR). Kebijakan ini, menurut Haris, tidak hanya berhenti pada penetapan angka, tetapi juga menuntut pengawasan implementasi agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pekerja.

“Kita sudah menaikkan UMR. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar pelaksanaannya berjalan optimal dan tepat sasaran,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Haris juga mengingatkan akar historis peringatan May Day yang berawal dari perjuangan buruh di Chicago pada abad ke-19. Ia menyoroti kondisi kerja yang tidak manusiawi pada masa itu jam kerja panjang dengan upah rendah yang kemudian memicu gerakan kolektif buruh secara global.

“May Day lahir dari perjuangan panjang para pekerja yang menghadapi kondisi kerja tidak layak. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga hak-hak pekerja,” jelasnya.

Ia berharap perwakilan buruh di Kabupaten Probolinggo dapat terus memainkan peran strategis sebagai jembatan aspirasi antara pekerja dan pemerintah, sekaligus menjadi aktor penting dalam mendorong kesejahteraan yang berkeadilan.

“Besar harapan kami, teman-teman buruh bisa terus memperjuangkan aspirasi pekerja demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Sebagai penutup, kegiatan May Day di Kraksaan diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama sebuah simbol kebersamaan yang mempertegas semangat kolaborasi antara pemerintah dan pekerja. Momentum ini sekaligus menjadi penanda bahwa pendekatan dialogis dan partisipatif semakin diedepankan dalam tata kelola hubungan industrial di Kabupaten Probolinggo.(IN)

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->